JDBK


JEJAK DI BALIK KABUT

Karya S.H. Mintardja
Gambar Kulit Kentardjo
Illustrasi Drs. Sudyono
Jilid 40 Jilid
Ukuran Kertas A5
Jumlah halaman 80
Cetakan Pertama 1991

RINGKASAN CERITA: Buku ini menggunakan setting waktu pada masa pemerintahan Sultan Hadiwijaya di Pajang setelah gugurnya Arya Penangsang dan sebelum upaya Sutawijaya membuka Hutan Mentaok menjadi Kerajaan Mataram.

Dikisahkan perjalanan Paksi Pamekas sebagai “anak” Tumenggung Sarpa Biwada yang pada usia yang masih sangat muda (17 tahun) ditugaskan oleh “ayahnya” untuk mencari pusaka kerajaan yang hilang, yaitu Cincin bermata tiga yang bersamaan dengan hilangnya Pangeran Benawa dari kerajaan. Dalam pengembaraannya, dia mendapatkan gemblengan ilmu dari “guru”  secara tersamar. Bertemu dengan Pangeran Benawa yang menyamar dengan nama Wijang. Perjalanan Paksi Pamekas dan Pangeran Benawa di ladang peburuan pencarian cincin bermata tiga berhadapan dengan berbagai macam perguruan dari golongan hitam. Diantara pemburu cincin tersebut adalah Harya Wisaka yang sebenarnya adalah paman dari Pangeran Benawa. Cincin ini diburu karena tersebarnya berita yang menyebutkan bahwa siapa saja yang mengenakan cincin tersebut akan menurunkan raja yang akan berkuasa di Tanah Jawa. Dalam pengembaraan ini Paksi Pamekas bertemu dengan seorang gadis yang menarik hatinya, Kemuning. Kemuning ini sebenarnya adalah anak angkat salah satu perguruan yang memburu cincin bermata tiga.

Setelah Pangeran Benawa pulang dan cincin kembali ke kerajaan dengan terungkapnya upaya pemberontakan Harya Wisaka, maka kisah selanjutnya adalah perburuan Harya Wisaka yang melibatkan Tumenggung Sarpa Biwada sebagai kaki tangan Harya Wisaka. Dalam perburuan ini terungkap bahwa Paksi Pamekas sebenarnya adalah anak tiri dari Tumenggung Sarpa Biwada, sedang ayah kandung sebenarnya adalah Ki Waskita yang menjadi gurunya.

Dalam perburuan ini Harya Wisaka semat mengumpulkan anak-anak muda yang berpotensi untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang di bawah bimbingan Ki Gede Lenglengan. Salah satu anak muda tersebut adalah Lajer Laksita yang adik tiri dari Paksi Pamekas. Setelah Harya Wisaka tertangkap, kisah selanjutnya adalah perburuan Paksi Pamekas dan Pangeran Benawa untuk mencari adiknya.

Kebesaran Paksi Pamekas yang merelakan wanita yang tadinya diidamkannya untuk diberikan kepada adiknya yang telah menyadari kesesatannya merupakan akhir cerita ini.

DJVU.

01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

Lereng Gunung Kawi, Agustus 2011
Iklan

Satu Tanggapan

  1. mengapa saya tidak bisa membuka cerita ini untuk jilid ke 16 dan seterusnya? terimakasih

    naskah teks di sini mengiringi format dejavu (djvu) yang diunggah di http://pelangisingosari.wordpress.com. Di sana, naskah dengan format dejavu diunggah 3 hari sekali, sehingga ya di sini juga mengikutinya. Sampai tanggal 27 Agustus 2011, baru sampai jilid 16.
    Tautan sudah dipasang sekalian untuk kepraktisan saja.
    Mohon maaf atas ketidak-nyamanan ini.

Komentar ditutup.