Seri Kerajaan Singosari


PENGANTAR

Naskah ini dikumpulkan dari dongeng Ki Bayuaji yang melengkapi cerita yang disajikan dalam rontal Pelangi di Langit Singosari dan Sepasang Ular Naga di Satu Sarang. Berawal dari keprihatinan/ketidaktahuan setting awal lokasi cerita di Seri Pelangi di Langit Singosari. Mulai dari nama-nama tempat yang sekarang sudah tidak ada atau berubah nama, sampai sejarah asli dari yang diceriterakan oleh Ki SHM.

Ki Bayuaji sebagai pakar sejarah nusantara, dapat menjelaskan /menceriterakan dengan rinci, dengan kalimat yang runtut dan mudah dipahami.

Terimakasih Ki bayuaji yang telah menyemarakkan padepokan ini dengan “waosan” dongeng yang dapat menambah wawasan para pembaca tentang lokasi, nama dan ulasan lainnya.

Meskipun bukan karya ilmiah murni, tetapi informasi yang disampikan berdasarkan pustaka yang beliau miliki dan/atau dibaca dari sumber-sumber yang terpercaya.

Akhirnya, semoga naskah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membaca. Barangkali dapat melengkapi sejarah yang sudah tertulis di buku-buku resmi.

Lereng Gunung Kawi, Maret 2011

DAFTAR ISI

  1. Waosan ka-1: Panawijen
  2. Waosan ka-2: Perubahan nama Panawijen
  3. Waosan ka-3: Mandala Kedewaguruan
  4. Waosan ka-4: Tokoh
  5. Waosan ka-5: Kekisruhan dan Dendam Kesumat
  6. Waosan ka-6: Dongeng Ken Dedes
  7. Waosan ka-7: Dongeng Ken Dedes, Dongeng Arca Prajñaparamita
  8. Waosan ka-8: Dongeng Ken Angrok
  9. Waosan ka-9: Dongeng Ken Angrok: Kere Munggah Bale
  10. Waosan ka-10: Prasasti Mula Malurung
  11. Waosan ka-11: Ken Angrok Mengkudeta Kadiri
  12. Waosan ka-12: Silsilah raja-raja Tumapel, Singosari hingga Majapahit
  13. Waosan ka-13: Anusapati >< Tohjaya [Parwa ka-1]
  14. Waosan ka-14: Anusapati >< Tohjaya [Parwa ka-2]
  15. Waosan ka-15: Anusapati >< Tohjaya [Parwa ka-3]
  16. Waosan ka 16: Pemerintahan Sri Rangga Rajasa Bhatara Sang Amurwabhumi [Parwa ka-1]
  17. Waosan ka 17: pemerintahan Sri Rangga Rajasa Bhatara Sang Amurwabhumi lanjutan [Parwa ka-2]
  18. Waosan ka-18: Anusapati >< Tohjaya [Parwa ka-4]
  19. Waosan Ka-19: Wamca Rajasa Sang Girindranatha Dan Tafsir Sejarahnya [Parwa ka-1].
  20. Waosan Ka-20: Wamca Rajasa Sang Girindranatha Dan Tafsir Sejarahnya [Parwa ka-2]
  21. Waosan Ka-21: Tohjaya [Parwa ka-1]
  22. Waosan Ka-22: Tohjaya [Parwa ka-2]
  23. Waosan Ka-23: Apanji Tohjaya Pralåyå
  24. Sisipan ka-1: Babad Tanah Jawi
  25. Waosan Ka-24: Rånggåwuni Syri Wisynuwardhana Sêminingrat Jumênêng Nåtå Nganti Nakdhéréké Anggåbåyå Bathårå Nåråsinghå
  26. Sisipan ka-2: Renungan
  27. Sisipan ka-3:
  28. Waosan Ka-25:Bhatara Wisnu Menumpas Pemberontak Kalayawana
  29. Waosan Ka-26: Bhatara Wisnu Menumpas Pemberontak Kalayawana (Bagian Ke 2)
  30. Waosan Ka-26: Bhatara Wisnu Menumpas Pemberontak Kalayawana (Bagian Ke 2, Lanjutan: Lendut Benter)
  31. Waosan Ka-27: Penutup
Iklan

6 Tanggapan

  1. Manteb tenan ………..

  2. bagus sekali

  3. jdbk sdh sy copas baru sampe jld 20.2. Trims pakDhe.

  4. terima kasih pencerahan nya sayangnya lorong di rumah bu siti maiyah tsb kurang terdokumentasi dgn baik untuk cerita ke ke generasi penerus dan menjadi cagar budaya kota malang

    • Iya, pasti ada alasannya sendiri ketika pamong desa memerintahkan untuk menghentikan misi pemeriksaan lebih lanjut. Banyak kejadian aneh sebelum sumur itu ditutup . Misalkan penampakan Harimau putih yg sangat besar berkeliaran didesa Polowijen konon dipercaya penunggu desa Polowijen juga seekor ular tapa yg mengelilingi batas wilayah Polowijen. Dan banyak orang2 disekitar yg kerasukan mungkin sebagai peringatan dan akhirnya sumur itu ditutup pintu besi rapat dimulut sumur.

  5. Desa katang lumbang bisa jadi desa tempat saya lahir yaitu desa lumbang kecamatan lumbang kabupaten pasuruan.kenapa saya berkata begitu karena di desa saya ada makam kuno.makam siapa itu?penduduk setempat dari dulu mengatakan bahwa itu adalah makam mbah joyo,makam toh joyo.penduduk setempat dari dulu mengetahui hal itu.lokasinya berada kurang lebih 1 km kearah selatan dari perumahan desa lumbang…dan di daerah lokasi makam penduduk setempat menamakan joyo..itu adalah area ladang penduduk yang berada di sekitar lokasi makam.makamnya sendiri berada di sebelah timur dari sungai kecil dan sungainya sekarang tidak ada airnya.mungkin karna hutan disekitar sana sudah banyak yang beralih fungsi menjadi perkebunan warga.karna makam ini adalah makam bagian dari sejarah bangsa. Keadaan makam saat ini kurang terawat.sampai saat ini belum ada penelitian dari dinas purbakala atau dinas yang berhubungan dg sejarah yang kesana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s