ADBM


API DI BUKIT MENOREH

Judul Buku: Api di Bukit Menoreh

Karya: SH Mintardja

Gambar Kulit: Herry Wibowo

Illustrasi: Suparto

Jilid: 396 Jilid

Format: A5

Halaman: 80 halaman

Penerbit: Kedaulatan Rakyat Yogyakarta

Jilid 1 dicetak tahun 1968, jilid terakhir (396) dicetak tahun 396.

 

SINOPSIS

Sudah lupa detil cerita yang sangat panjang ini menyebabkan agak sulit membuat sinopsis tentang Api Di Bukit Menoreh ini

Korek sana-sini menemukan sinopsis yang cukup lumayan, saya sunting sebagian untuk blogi ini.

 

Agung Sedayu …

Diceritakan sebagai adik dari Untara, tokoh utama Pasukan Pajang yang berjuang melawan sisa pengikut Arya Penangsang yang bergerilya. Ayahnya adalah salah seorang Tokoh Olah Kanuragan yang sepuh, masih dikenal baik Gurunya Kiai Gringsing dan dari aliran baik-baik. Ilmu ayahnya diwarisi tidak matang oleh Pamannya Widura (Adik ibunya) dan oleh Untara, dan Ilmu lengkap ayahnya justru ditemukannya secara tidak sengaja ketika untuk pertama kalinya Pati Geni memperdalam ilmunya di gua dekat kampungnya, Jati Anom.

Agung Sedayu … digambarkan sebagai seorang pemuda yang sangat penakut, bukannya pengecut. Karena bahkan melewati sebuah pohon raksasa di malam haripun dia tidak berani. Karena terlalu dimanjakan ibunya, Sedayu berubah menjadi penakut, apalagi dia selalu berlindung di bawah ketiak kakaknya yang sangat kuat dan jantan serta berilmu. Kepenakutan Sedayu diceritakan hampir selama 30 jilid pertama. Boleh dikata, pembaca jadi sangat mengenal bahkan dari dekat tokoh bernama Agung Sedayu ini, karena moment kepenakutannya diceritakan detail lengkap dengan persaingannya dengan Sidanti, baik dalam Olah Kanuragan (terminologi lokal yang cocok pengganti ilmu silat) maupun kelak dalam cinta. Meskipun penakut, Agung Sedayu memiliki kemampuan lain yang diatas rata-rata: Membidik tepat, baik melalui lemparan maupun memanah yang tidak pernah gagal, serta mampu mengukirkan apa yang dia baca dalam hatinya hingga tidak terlupakannya.

Saking detailnya, dibutuhkan puluhan jilid yang mengalir bersama rentetan sejarah dari Demak-Pajang dan berdirinya Mataram. Proses Agung Sedayu menemukan dirinya, mengatasi kepenakutannya diceritakan sangat detail dan lama, sehingga terkesan bertele-tele. Demikian juga prosesnya menempa diri, dari mulai diambil sebagai guru oleh Kiai Gringsing, tokoh utama lain cerita ini, sampai memasuki penempaan mendalam, membutuhkan panjang hingga 100 jilid pertama. Bahkan, dibutuhkan lebih dari 200 jilid baru Kiai Gringsing mempercayakan Kitab Rahasianya untuk didalami oleh Agung Sedayu dan Swandaru adik seperguruannya. Itupun setelah Agung Sedayu memperdalam diri dengan menyempurnakan ilmu ayahnya dan mendalami Kitab Rahasia gurunya yang kedua (Jilid 100-200).

Dari hanya mampu memainkan ilmu gerak yang biasa (nyaris sepanjang 50 jilid pertama), hingga kemudian mampu memainkan cambuk sebagai senjata utama (51-100), sungguh banyak episode yang dilewati dengan menggunakan ilmu-ilmu itu. dALAM mana, penjahat-penjahat sakti semacam Tambak Wedi menjadi lawan guru mereka. Baru pada jilid 100-200, nampaknya Kiai Gringsing mulai memberi kesempatan Agung Sedayu untuk mulai menggantikan tempatnya, dan puncaknya ketika dalam akhir jilid 200, bentrok dengan sesama tokoh sepuh yang sudah dinyatakan punah melalui benturan ilmu-ilmu ampuh yang dinyatakan lenyap, milik Eyang Windunata yang merupakan garis vertikal keturunan prabu terakhir Majapahit. Eyang tersebut adalah kakek langsung Kiai Gringsing yang bersahaja, bahkan salah satu gurunya yang mewariskan ilmu-ilmu ampuh dan menyeramkan.

Agung Sedayu: Ilmu Kesaktian – Kanuragan

SH Mintardja dengan cerdik menggunakan terminologi “Olah Kanuragan” atau Ilmu Kanuragan sebagai ganti Ilmu SIlat. Bahkan dia tidak menyebutnya Pencak atau Pencak SIlat. Tenaga dalampun dinamainya TENAGA CADANGAN, dan semedi dinamakannya MESU DIRI atau PATI GENI. Dalam proses ini, Agung Sedayu memulai Olah Kanuragan dengan diajak dan dipermainkan gurunya. Dia dilatih untuk menghilangkan rasa penakutnya yang meskipun hilang akhirnya, tetapi kelembutannya dan ketidaktegasannya menghadapi dan menghukum orang jahat tidak pernah lepas hingga akhir cerita di jilid 390-an.

Tetapi, kehebatan dan bakatnya melalui kemampuan mengingat dan menanamkan dalam hati, membuatnya meski tidak banyak berlatih, ternyata menyerap semua ilmu yang juga dikuasai Untara kakaknya. Mengapa? karena ilmu ayahnya ternyata di catatnya di daun lontar, dan ketika Kiai Gringsing dan Widura melatihnya, tidak lama waktu yang dibutuhkannya untuk mematangkan dirinya. Selama 70 jilid, Agung Sedayu dan Swandaru mengikuti gurunya Kiai Gringsing untuk memperdalam ilmu dengan mengembara hingga ke Menoreh dan bahkan singgah ke Mataram yang mulai dibuka di akhir jilih 100-an. Ilmu Kanuragan Agung Sedayu masih sederhana dan belum mendalam, perbedaannya dengan Swandaru juga maih belum seberapa.

Tetapi, ketika konflik mulai memuncak, pertarungan Mataram dan Pajang mulai terjadi, Kiai Gringsing menuntun Agung Sedayu dan Swandaru untuk meningkatkan Ilmu Kanuragan mereka. Agung Sedayu memilih jalur dalam sementara Swandaru memilih jalur keras atau kulit dengan mengandalkan fisik. Agung Sedayu melakukan Mesu Diri untuk mematangkan ilmunya dan memperdalam kemampuan membidiknya serta menemukan Ilmu yang bisa memusnahkan orang dan benda melalui sinar matanya. Perbedaan kemampuan Swandaru dan AGung Sedayu mulai melebar. Uniknya, Swandaru tidak menyadarinya dan selalu merasa sudah melampaui kemampuan kanuragan kakak seperguruannya, Agung Sedayu.

Episode paling menarik dari kedua tokoh seperguruan ini dikisahkan dalam episode kedua, JALAN SIMPANG. Swandaru selalu menilai diri terlalu tinggi karena Agung Sedayu selalu terluka melawan tokoh-tokoh sakti yang mulai rajin bermunculan di atas jilid 100. Padahal, melawan tokoh-tokoh ini justru semakin mematangkan Agung Sedayu. Ilmunya meningkat pesat, dan memperoleh pengasihan dari Guru keduanya yang meminjamkan kitabnya dan juga petunjuk Pangeran Benawa dan Raden Sutawidjaya dalam meningkatkan Ilmu.

Dari Guru keduanya, Agung Sedayu mampu mengolah dan memperoleh Ilmu Kebal yang luar biasa, mampu mengeluarkan panas membakar dalam puncak Ilmu Kebalnya itu. Mampu bergerak cepat dan melayang-layang secara tidak masuk akal (ini mungkin ginkang) dan mampu menghadapi ilmu sihir atau santet, bahkan belakangan mampu menemukan ilmu Kakang Pembarep Adi Wuragil dengan memecah diri menjadi 3 seperti Kiai Juru Mentani. Selebihnya, diapun melatih ilmu-ilmu mendengar dari jarak jauh, menyerap bunyi dan mempertajam panggraita atau intuisi dan perasaan. Dari Kiai Gringsing, dia memperoleh ilmu Cambuk yang luar biasa yang mampu menembus Ilmu Kebal dengan lecutan-lecutannya. Bahkan meski tidak diceritakan, sebagai murid terkasih Kiai Gringsing dia juga mewarisi Ilmu Ilmu yang nyaris punah, yakni Ilmu Melepas Awan Pekat, Gelap Ngampar dan Mempengaruhi Indra lawan melalui penciuman, Ilmu yang dimiliki Sesepuh Majapahit. Selain itu, dia juga kebal racun setelah diberi petunjuk oleh Pangeran Benawa, tokoh muda sakti selain Sutawidjaya. Keduanya, Sutawidjaya dan Benawa dianggap tokoh muda tersakti pada masa cerita ini, meskipun perkembangan Agung Sedayu juga dipantau keduanya dengan cermat.

Puncak cerita dan menariknya cerita ini, ketika Swandaru yang suka meledak-ledak, emosional dan merasa dari kalangan atas, merasa sudah melampaui kehebatan kakak seperguruannya. Dalam pertarungan yang mengakhiri episode jalan simpang, Agung Sedayu mengajarkan bagaimana kematangan dan kedalaman mengalahkan Swandaru yang mengandalkan Tenaga Fisiknya. Dalam perkelahian yang disadari betul oleh adik Swandaru, Sekar Mirah dan Istri Swandaru ,Pandanwangi, bahwa Swandaru kalah jauh oleh Agung Sedayu karena berkali-kali mereka menyaksikan bagaimana Agung Sedayu berkembang menjadi raksasa Olah Kanuragan, Swandaru telak dikalahkan. Bahkan Sekar Mirah, yang akhirnya menjadi istri Agung Sedayupun, baru menyadari betapa suaminya jauh meninggalkannya dengan swandaru, ketika melihat Suaminya nyaris mati menandingi dan mengalahkan Panglima Sakti dari Pajang dalam sebuah perang tanding yang disaksikan banyak tokoh utama.

Untuk membuka mata Swandaru, Agung Sedayu mempergunakan semua Ilmunya, baik Kakang Pembarep Adi Wuragil, Ilmu Kebal, Ilmu Pandang Mata, dan Lecutan Berat yang tidak terdengar telinga biasa tapi telinga batin yang menyakitkan. Semua ilmu kanuragan andalannya dikeluarkan dan membuat Swandaru akhirnya sadar dan terperangah.

Episode seudahnya adalah episode pengembaraan Glagah Putih, adik sepupu AGung Sedayu sekaligus muridnya. Sementara Agung Sedayu menempah istrinya dan juga menmpa dirinya dengan kitab gurunya, Kiai Gringsing.

Kanuragan Jawa

Olah Kanuragan, demikian bahasa Mintardja menggambarkan silat Jawa. Sungguh diambil dari sari dan budaya Jawa sendiri. baik penamaan maupun maknanya. Hal yang menunjukkan betapa Silat Lokal, tidak kalah mutu dibandingkan silat Cina. Measkipun kisah cinta di serial ini kurang menggigit atau malah kering, tetapi kontribusi bagi Ilmu Kanuragan dan rentetan budaya jawa sungguh luar biasa.

Layak dibaca dan juga layak dilanjutkan. Karena cerita ini menggantung pada bagian paling akhir.

Dikutip dari http://indodongeng.blogspot.com/2010/07/sinopsis-api-di-bukit-menoreh.html

CATATAN:

Jilid 1-19 tidak ada naskah djvu-nya sehingga tidak bisa dicek kebenarannya dengan rontal aslinya.

Apalagi, jilid 1-11 rupanya beberapa bagian sudah diedit oleh editor terdahulu, sehingga sepertinya bukan karangan (ADBM) asli Ki SH Mintardja lagi.

Mohon dimaklumi.

 

TAUTAN HALAMAN BACA

BUKU I.

001 002 003 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 025 026 027 028 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 040 041 042 043 044 045 046 047 048 049 050 051 052 053 054 055 056 057 058 059 060 061 062 063 064 065 066 067 068 069 070 071 072 073 074 075 076 077 078 079 080 081 082 083 084 085 086 087 088 089 090 091 092 093 094 095 096 097 098 098 100

BUKU II.

101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 198 100

27 Tanggapan

  1. neng KENE ketemu ki SABAR lagi,

    SABAR….njih, Ok-Ok-Ok…..!!

  2. Mangayubagya lairing Web…
    Ngaturaken Ambal Warsa kagem Ki Panji Satria Pameder

  3. Mantav…

  4. bingung !!!!!!
    pembaca baru pasti bingung, bingung mana yang akan dibaca dulu

  5. wow……

  6. Salam kenal buat sedulur-sedulur semua..

    Sy penggemar SHM & HP..
    Buku Nagasasra-Sabuk Inten + Bende Mataram + Mencari Bende Mataram dah sy selesaikan kira2 wkt kelas 6 SD (sktr thn 89) – maklum ketularan dari kakek sy..

    Hehhehe..
    Tp mo baca Api di Bukit Manoreh (396 jilid), tp kok kebanyakan yaa..
    hahahhaha..

    Salam hangat buat sedulur2 semua dari depan Tugu Pahlawan – Surabaya

  7. Jilid 83 dst ko gak ada ya? mohon informasinya …

    yang diupload memang baru sampai jilid 83, disesuaikan dengan ketersediaan waktu untuk editing. Rencana upload dua hari sekali. mohon bersabar.

  8. belum semua ya ki, masih banyak yang gak ada, kalo nanti ada waktu aku mo coba bantu retype, tp aku hrs download lagi djvu nya, nanti tak ambil lagi dari adbmcadangan.wordpress.com.

    Bahan sudah lengkap ki
    hanya waktu untuk editing yang masih jadi masalah.
    kalau mau bantu ngedit jilid diatas 250 ki?

  9. Aku mau pesen buku api di bukit menoreh dri jilid 1 – terakhir di mana ya,,dan bagaimana caranya??

    kalau yang lengkap katanya di Kedaulatan Rakyat Yogyakarta masih ada
    kalau sudah tidak ada, bisa dicari di kolektor buku langka, banyak kok di internet. contoh: sastrobuku.blogspot.com

  10. Adbm 213 kok gak ada ya,bos

    mohon dibaca pada tulisan di bilah sebelah kanan ki sanak
    editing sambil berjalan, tanggal 213 belum upload, 213 baru upload tanggal 2 Juni 2012, 214 baru tgl 4 dst, karena kecepatan upload kami hanya 1 jilid per 2 hari.

  11. Ki gmna caranya dowhlood dngan blackberry 8310…q dlu baca adbm d site jowo.jw.lt9:23:51 PM sampai seri ke 140 versi teks tpi skrg site jowo.jw.9:26:59 PM ga bs q buka lg …tlg ki q d ajarain caranya sbp q pnasaran. Dngan cersil adbm..maklum q gapptek jdi bingung skrg mau baca d mna…klu ada yg versi teks tlg share alamat e buat q…makasih sblm nya

    satpam gak punya BB, jadi tidak bisa beri petunjuk (he he he …, kok gaya)
    lanjutan adbm yang disini ada di http://adbm2011.wordpress.com/

    • Klu ga mau bantu mbok ya jngan ngejek…q.ngerti emg ga bs tpi ga shrus e anda blg gtu…q pnya bb jg bkn buat gaya”an tpi untuk nunjank kerja q…anda akan termakan oleh ucapan anda sndiri dngan ngatain q gaya

      lho….?! wah…?!?, mati aku….
      ngapunten ……
      rupanya ki sanak salah paham
      maksudnya itu, yang gaya itu saya (satpam), kok ngasih petunjuk segala.
      memang betul, satpam tidak punya BB, sehingga tidak bisa memberi petunjuk bagaimana caranya download.
      satpam tidak tahu juga, apakah teks yang disini tidak bisa dibaca dengan BB?.
      kalau bisa, kan tidak usah di down load.
      kalau teks adbm yang bisa didownload, bisa kunjungi http://kangzusi.com/SH_Mintardja.htm, disana ada djvu, doc, lit, prc dan pdf. Salah satunya tentu bisa dibaca dengan BB ki sanak.
      he he he ….,
      hadu…….

      • malam pak Satpam…..tak kancani lungguh2 nang gandok kene,

      • wew lom unduh ajja dah ribut hi hi :P

      • Suatu pengembaraan bathin yang baik, Kisanak

  12. TGl 18 Nop jam 01 dini hari.., akhirnya kesampean juga jiarah ke makam Panembahan Senopati dan Ki Gede Pamanahan. – di depan makan beliau ada 2 buah makam permaisuri Putri Mediun Retno Dumilah dan Kalinyamat. – Sempat juga melihat makam Ki Ageng Mangir yg bagian kepala ada di dalam ruangan, dan Makam Joko Tingkir serta Sultan Hadiwijaya yg konon sengaja dipindahkan. Amazing banget, tengah malam para cantrik mau membukakan pintu gerbang pasarean.- mungkin terpana dengan “pengetahuan” saya ttg Panembahan Senopati -padahal saya bukan org Jawa. Saya cerita dan tanya2.., dan para cantrik hormat banget dgn pengetahuan saya ttg Mataram!!.. Haha, padahal suer speak2 saya ttg Mataram cuma modal baca ADBM .., wow…Di depan makan saya juga berdoa semoga Panembahan mendapat tempat yg layak di sisi Allah SWT dan semua pembaca ADBM ikut mendoakan…

    Tolong bayangkan deh…, tengan malam gelap gulita dengan lampu seadanya saya menyusuri makam para Pendiri dan Raja2 Mataram yg banyak sekali dalam suatu ruangan gedung yg terkunci hanya ditemani 2 orang cantrik!!.., serasa mimpi!!

    • wiew….., asik juga ya…
      kapan ada waktu, satpan pingin juga.

  13. ko berhenti di 282 lanjutannya mana Ki,trims

  14. sudah 2minggu lho Ki ko belum muncul jilit 283 hehehe ada kendala apa masih sibuk, trims

    • he he he …, baru seminggu kok ki.
      betul ki, ada urusan yang harus ditangani sendiri dan berlarut sampai sekarang.
      Alhamdulillah, malam ini nyaur utang, sudah upload sampai jilid 285.
      kecepatan upload sementara masih sama, 3 hari sekali, belum bisa mempercepat lagi karena tugas akhir semester yang semakin bertumpuk.

  15. Kisanak, saya sudah baca ADBM s/d jilid 396, namun rasanya cukup kecewa juga karena cerita ini belum tuntas selesai (pengembaraan Glagah Putin & Rara Wulan di Ponorogo).
    Kemudian siapa yang akan melanjutkannya setelah Ki SH Mintardja wafat? Ingkang putero kah?
    Kami menunggu…., nuwun

    • Putra-putrinya tidak ada yg berniat meneruskan.
      Ada orang lain yg mencoba meneruskan, memang tidak sama tapi bisa dicoba.
      Silahkan kunjungi http://cersilindonesia.wordpress.com/terusan adbm

  16. Setelah sekian lama vakum karena ada masalah di WP-nya (dan sekarang sudah teratasi), Satpam coba upload lagi lanjutan ADBM (hari ini sudah sampai 274).
    Tetapi, rupanya tidak ada yang masuk gandok-gandok ADBM di blog ini, diteruskan gak ya? he he he ….

    • Maturnuwun.

      Wah….
      Ki Gembleh sudah selesai mesu diri kungkun lendut benter, he he he …
      Sugeng rawuh Ki

  17. panggihan malih

  18. Baru pada jilid 100-200, nampaknya Kiai Gringsing mulai memberi kesempatan Agung Sedayu untuk mulai menggantikan tempatnya, dan puncaknya ketika dalam akhir jilid 200, bentrok dengan sesama tokoh sepuh yang sudah dinyatakan punah melalui benturan ilmu-ilmu ampuh yang dinyatakan lenyap,
    jilid 200, tidak menceriterakan adanya antara agung sedayu bentrok dengan tokoh sepuh, jadi ….. ?.

  19. Hebat karya sh mintarja, saya mulai baca th 1966 disurabaya

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 68 pengikut lainnya.